Lewati ke konten utama
RSUD I Lagaligo StayHealth
Kombinasi Media Materi Pilihan

Resiko Preeklamsia

Kenali faktor risiko, gejala, bahaya, serta langkah pencegahan dan penanganan preeklamsia selama kehamilan.

Disusun oleh Kebidanan Diterbitkan 04/08/2026 Versi 1 Dibaca 12 kali
01

Informasi Utama

Apa itu preeklamsia?

Preeklamsia adalah komplikasi kehamilan setelah usia kehamilan 20 minggu yang ditandai tekanan darah tinggi (sekurang-kurangnya 140/90 mmHg) dan dapat disertai protein dalam urine.

Faktor risiko

  • Kehamilan pertama.

  • Usia ibu kurang dari 20 tahun atau lebih dari 35 tahun.

  • Riwayat preeklamsia pada kehamilan sebelumnya.

  • Riwayat hipertensi, diabetes, atau penyakit ginjal.

  • Kehamilan kembar.

  • Obesitas dengan indeks massa tubuh di atas 30.

Kenali tanda bahaya

  • Tekanan darah tinggi.

  • Penglihatan kabur atau nyeri kepala berat.

  • Bengkak pada kaki, tangan, atau wajah.

  • Nyeri ulu hati, mual, atau muntah.

  • Jumlah urine berkurang.

Segera periksa ke tenaga kesehatan bila tanda-tanda tersebut muncul. Preeklamsia yang tidak ditangani dapat berkembang menjadi kejang (eklampsia), solusio plasenta, pertumbuhan janin terhambat, hingga membahayakan ibu dan janin.

Yang dapat dilakukan selama kehamilan

  • Lakukan pemeriksaan kehamilan rutin (ANC) minimal enam kali.

  • Konsumsi makanan bergizi seimbang serta tablet zat besi dan kalsium sesuai anjuran tenaga kesehatan.

  • Istirahat cukup, hindari stres, dan kendalikan berat badan.

  • Hindari rokok dan alkohol serta kurangi konsumsi garam berlebih.

  • Catat dan pantau tekanan darah selama kehamilan.

Penanganan obat, magnesium sulfat, pemantauan ketat, atau persalinan dini hanya dilakukan berdasarkan penilaian tenaga kesehatan.

03

Lampiran dan Media

01KZ59RBGD1AP4DSE5EY9P09C1.pdf Dokumen PDF • 3,334 KB
Buka PDF
01KZ59RBGKBSK1WGPHYDVBFS6E.pdf Dokumen PDF • 3,620 KB
Buka PDF